Panduan Lengkap Pajak Motor Scoopy: Tarif, Cara Bayar, dan Tips

Dealer Motor Honda Serimpi Jakarta Barat
24/02/2026
pajak motor scoopy

Table of Contents

Pengantar: Kenapa Pajak Motor Scoopy Jadi Topik Penting

Kalau kita bicara soal motor yang sering terlihat di jalanan kota sampai daerah, nama Honda Scoopy hampir selalu masuk daftar. Desainnya yang unik, nuansa retro-modern, dan pilihan tipe seperti Scoopy Stylish atau Scoopy Prestige membuat motor ini digemari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai karyawan kantoran, banyak yang menjadikan Scoopy sebagai kendaraan harian.

Namun, saat seseorang memutuskan membeli motor—baik baru maupun bekas—biasanya ada satu pertanyaan yang selalu muncul setelah urusan cicilan atau harga selesai:

“Berapa pajak motor Scoopy per tahun?”

Pertanyaan ini wajar. Pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah kewajiban tahunan yang tidak bisa diabaikan. Tanpa membayar pajak, STNK tidak bisa disahkan, dan motor berisiko terkena razia atau denda. Bahkan untuk sebagian orang, besaran pajak menjadi pertimbangan penting sebelum membeli unit tertentu.

Scoopy dan Pertimbangan Biaya Tahunan

Honda Scoopy dikenal sebagai motor 110cc yang efisien untuk penggunaan harian. Tetapi di luar konsumsi bahan bakar, ada komponen biaya lain yang perlu diperhitungkan secara rutin, yaitu:

  • Pajak tahunan motor
  • Biaya administrasi STNK
  • Potensi pajak progresif (jika memiliki lebih dari satu kendaraan atas nama yang sama)
  • Denda pajak motor jika terlambat bayar

Tidak sedikit calon pembeli yang bertanya, “Kalau Scoopy ini nanti pajaknya mahal nggak, ya?”

Apalagi di kota besar seperti wilayah plat B (DKI Jakarta dan sekitarnya) atau plat D (Jawa Barat), tarif pajak bisa sedikit berbeda dibanding daerah lain karena menyesuaikan kebijakan provinsi masing-masing.

Kenapa Banyak yang Mencari Info Pajak Scoopy?

Ada beberapa alasan kenapa topik pajak motor Scoopy cukup sering dicari:

  1. Ingin memastikan total biaya kepemilikan.
    Harga beli motor hanyalah awal. Biaya tahunan seperti pajak perlu dihitung agar tidak kaget di kemudian hari.
  2. Bingung soal pajak progresif.
    Banyak keluarga punya lebih dari satu motor. Kalau semua atas nama dan alamat yang sama, bisa saja Scoopy masuk kategori pajak kendaraan kedua atau ketiga.
  3. Ingin bayar pajak secara online.
    Sekarang sudah ada aplikasi seperti Samsat Digital Nasional (SIGNAL) dan layanan e-Samsat provinsi. Tapi tidak semua orang tahu langkah-langkahnya.
  4. Takut kena denda.
    Kadang karena sibuk, pemilik motor lupa bayar tepat waktu. Akibatnya muncul pertanyaan tentang denda pajak motor dan cara menghitungnya.

Artikel ini akan membahas semuanya secara runtut dan mudah dipahami. Mulai dari besaran pajak Scoopy terbaru, cara menghitung berdasarkan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB), sampai tips menghindari pajak progresif dan denda.

Kalau Anda pemilik Honda Scoopy—atau sedang mempertimbangkan untuk memilikinya—informasi ini bisa membantu memberikan gambaran biaya dan proses yang lebih jelas.


Besaran Pajak Motor Scoopy Terbaru

Setelah tahu kenapa pajak motor Honda Scoopy penting untuk diperhitungkan, sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering ditanyakan: sebenarnya berapa pajak tahunan Scoopy?

Secara umum, pajak kendaraan bermotor (PKB) dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah provinsi. Jadi, besarannya bisa sedikit berbeda antara plat B (DKI Jakarta), plat D (Jawa Barat), plat E (Jawa Tengah), dan wilayah lainnya.

Supaya lebih mudah dipahami, mari kita bahas dari dasar perhitungannya dulu.

Perhitungan Pajak Scoopy Berdasarkan NJKB

Rumus umum pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan pertama biasanya:

PKB = Persentase tarif × NJKB

Di banyak provinsi, tarif untuk kendaraan pertama berkisar sekitar 2% dari NJKB. Untuk kendaraan kedua dan seterusnya, tarifnya bisa lebih tinggi karena masuk kategori pajak progresif (akan kita bahas di section berikutnya).

Apa Itu NJKB Scoopy?

NJKB adalah nilai jual kendaraan bermotor yang ditetapkan pemerintah sebagai dasar pengenaan pajak. Nilainya bukan harga beli di dealer, melainkan angka yang sudah ditentukan dalam daftar resmi pemerintah daerah.

Misalnya:

  • Scoopy tahun lebih lama biasanya memiliki NJKB lebih rendah.
  • Scoopy keluaran terbaru memiliki NJKB lebih tinggi.
  • Perbedaan tipe seperti Honda Scoopy FI, Scoopy Stylish, atau Scoopy Prestige juga bisa memengaruhi NJKB, meski selisihnya biasanya tidak terlalu jauh.

Contoh Simulasi Pajak Scoopy

Sebagai gambaran sederhana (simulasi ilustratif):

  • Scoopy 110cc tahun 2020
    NJKB lebih rendah dibanding keluaran terbaru → pajak tahunan relatif lebih ringan.
  • Scoopy tahun 2022
    NJKB menyesuaikan tahun produksi → pajak sedikit lebih tinggi dibanding 2020.
  • Scoopy tahun 2024
    NJKB mengikuti nilai terbaru → pajak tahunan biasanya berada di kisaran paling tinggi dibanding dua contoh sebelumnya.

Selain PKB, dalam pembayaran tahunan biasanya juga ada komponen lain seperti:

  • Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ)
  • Biaya administrasi pengesahan STNK

Karena itu, total yang dibayarkan tidak hanya 2% × NJKB saja, tetapi ditambah komponen lain yang tercantum di lembar pajak.

Perbandingan Tipe Scoopy

Untuk tipe seperti:

  • Honda Scoopy Stylish
  • Honda Scoopy Prestige
  • Scoopy generasi sebelumnya (FI)

Perbedaan pajak biasanya lebih dipengaruhi oleh tahun produksi dibanding sekadar nama tipenya. Jadi, Scoopy Stylish dan Prestige di tahun yang sama umumnya tidak memiliki selisih pajak yang signifikan, karena kapasitas mesin dan kategorinya sama.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besaran Pajak

Agar lebih jelas, berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi besaran pajak motor Scoopy:

1. Tahun Produksi

Semakin baru tahun kendaraan, biasanya NJKB lebih tinggi. Dampaknya, pajak tahunan juga ikut menyesuaikan.

2. Status Pajak Progresif

Jika Scoopy terdaftar sebagai kendaraan kedua atau ketiga atas nama dan alamat yang sama, tarif PKB bisa lebih tinggi dari tarif kendaraan pertama.

3. Wilayah atau Plat Nomor

Setiap provinsi memiliki kebijakan dan penetapan NJKB masing-masing.
Contohnya:

  • Plat B (DKI Jakarta dan sekitarnya)
  • Plat D (Jawa Barat)
  • Plat E (wilayah Jawa Tengah tertentu)

Perbedaan kebijakan daerah ini membuat besaran pajak Scoopy bisa sedikit berbeda meski tipe dan tahunnya sama.

Intinya, pajak motor Scoopy tidak bersifat satu angka pasti untuk seluruh Indonesia. Besarannya dipengaruhi oleh NJKB, tahun produksi, status kepemilikan kendaraan, dan wilayah pendaftaran.

Di bagian berikutnya, kita akan membahas lebih dalam soal pajak progresif untuk motor Scoopy—topik yang sering membuat pemilik kendaraan bingung.


Pajak Progresif untuk Motor Scoopy

Topik pajak progresif sering kali bikin pemilik motor bertanya-tanya. “Kenapa pajak Scoopy saya terasa lebih besar dari teman yang tipenya sama?”

Jawabannya bisa jadi karena status kendaraan tersebut sudah masuk kategori pajak kendaraan kedua atau seterusnya.

Kalau Anda punya lebih dari satu motor atas nama dan alamat yang sama, penting memahami bagaimana sistem pajak progresif bekerja.

Apa Itu Pajak Progresif?

Pajak progresif adalah sistem pajak di mana tarif pajak kendaraan bermotor meningkat sesuai jumlah kendaraan yang dimiliki atas nama dan alamat yang sama.

Artinya:

  • Kendaraan pertama → tarif normal (misalnya sekitar 2% dari NJKB).
  • Kendaraan kedua → tarif lebih tinggi.
  • Kendaraan ketiga dan seterusnya → tarif bisa kembali naik.

Beberapa provinsi seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat menerapkan sistem ini untuk mendorong pengendalian jumlah kendaraan.

Contoh situasi yang sering terjadi:

  • Dalam satu keluarga, ayah memiliki satu motor atas namanya.
  • Lalu membeli Honda Scoopy baru, tapi tetap menggunakan nama dan alamat yang sama.
  • Maka Scoopy tersebut bisa tercatat sebagai kendaraan kedua → terkena tarif pajak progresif.

Tidak jarang pemilik baru menyadari hal ini saat melihat rincian pajak tahunan yang terasa berbeda dari perkiraan awal.

Bagaimana Cara Cek Kena Pajak Progresif?

Sekarang Anda tidak perlu datang langsung ke kantor Samsat hanya untuk memastikan status pajak. Pengecekan bisa dilakukan secara online melalui:

  • Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL)
  • Layanan e-Samsat provinsi masing-masing

Melalui aplikasi atau website tersebut, Anda bisa:

  • Melihat rincian pajak tahunan motor
  • Mengetahui apakah tarif yang dikenakan termasuk progresif
  • Mengecek status pembayaran sebelumnya

Tanda-Tanda Scoopy Kena Pajak Progresif

Beberapa indikator yang bisa diperhatikan:

  1. Nominal PKB lebih tinggi dibanding motor sejenis di tahun yang sama.
  2. Di rincian pajak tercantum tarif berbeda dari kendaraan pertama.
  3. Anda memang memiliki lebih dari satu kendaraan atas nama dan alamat yang sama.

Jika masih ragu, Anda bisa mencocokkan data kendaraan lain di keluarga yang terdaftar dalam satu KTP dan Kartu Keluarga.

Solusi Jika Terlanjur Kena Pajak Progresif

Ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan:

1. Balik Nama Kendaraan

Jika Scoopy digunakan oleh anggota keluarga lain, Anda bisa melakukan proses balik nama agar kendaraan terdaftar atas nama pengguna sebenarnya. Dengan begitu, statusnya bisa kembali menjadi kendaraan pertama atas nama tersebut.

2. Cabut Berkas untuk Pindah Domisili

Jika pindah alamat atau provinsi, proses cabut berkas dan mutasi kendaraan bisa menjadi solusi agar data kendaraan sesuai domisili terbaru.

Namun perlu diingat, setiap proses administrasi tetap mengikuti aturan Samsat setempat dan membutuhkan dokumen resmi seperti STNK, BPKB, serta identitas pemilik.

Memahami pajak progresif penting agar Anda tidak kaget saat membayar pajak tahunan motor Scoopy. Dengan pengecekan rutin dan administrasi yang tertib, biaya bisa lebih terkontrol.


pajak motor scoopy

Cara Bayar Pajak Motor Scoopy

Setelah tahu besaran pajak dan kemungkinan terkena pajak progresif, sekarang pertanyaannya lebih praktis: bagaimana cara bayar pajak motor Scoopy?

Kabar baiknya, saat ini proses pembayaran pajak tahunan motor sudah jauh lebih mudah. Anda bisa memilih datang langsung ke kantor Samsat atau membayar secara online dari rumah.

Mari kita bahas satu per satu supaya tidak bingung.

Pembayaran Langsung di Samsat

Cara konvensional ini masih banyak dipilih, terutama untuk yang ingin memastikan semuanya selesai dalam satu kali kunjungan.

Dokumen yang Dibutuhkan (Pajak Tahunan)

Untuk perpanjangan pajak tahunan (bukan ganti plat 5 tahunan), biasanya cukup membawa:

  • STNK asli
  • KTP asli sesuai nama di STNK

Petugas akan mengecek data kendaraan, menghitung total pajak kendaraan bermotor (PKB) beserta komponen lain, lalu Anda melakukan pembayaran di loket atau kasir yang tersedia.

Setelah itu, STNK akan disahkan untuk satu tahun ke depan.

Proses ini relatif cepat jika dokumen lengkap dan tidak ada kendala administrasi.

Pembayaran Online

Bagi yang ingin lebih praktis, pembayaran pajak Scoopy bisa dilakukan secara online melalui:

  • Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL)
  • Layanan e-Samsat provinsi
  • Marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak
  • Aplikasi perbankan seperti Livin’ by Mandiri

Step-by-Step Bayar Pajak Scoopy dari HP (via SIGNAL)

Sebagai contoh alur umum menggunakan aplikasi SIGNAL:

  1. Unduh dan daftar akun menggunakan NIK sesuai KTP.
  2. Tambahkan data kendaraan (nomor polisi dan 5 digit terakhir nomor rangka).
  3. Sistem akan menampilkan rincian pajak tahunan motor.
  4. Lakukan pembayaran melalui metode yang tersedia (virtual account atau kanal bank).
  5. Simpan bukti pembayaran digital.

Setelah pembayaran berhasil, Anda akan mendapatkan dokumen elektronik sebagai bukti pelunasan.

Tentang e-TBPKP dan Pengesahan STNK

Setelah bayar online, Anda tetap perlu memastikan pengesahan STNK sesuai ketentuan di provinsi masing-masing. Biasanya:

  • Anda akan menerima dokumen elektronik (e-TBPKP atau e-pengesahan).
  • Beberapa daerah menyediakan opsi pengiriman stiker pengesahan.
  • Ada batas waktu tertentu untuk melakukan pengesahan fisik jika diwajibkan.

Karena aturan bisa sedikit berbeda antar provinsi (plat B, plat D, plat E, dan seterusnya), sebaiknya selalu cek informasi resmi dari Samsat wilayah Anda.

Secara garis besar, baik bayar langsung di Samsat maupun secara online, prosesnya tidak rumit selama data kendaraan sesuai dan tidak ada tunggakan sebelumnya.


Biaya Tambahan dan Denda yang Perlu Diperhatikan

Saat membahas pajak motor Scoopy, sering kali fokus hanya pada pajak pokok tahunan. Padahal, ada beberapa komponen tambahan yang juga perlu dipahami, terutama jika terjadi keterlambatan atau saat masuk masa ganti plat lima tahunan.

Supaya tidak kaget saat melihat nominal yang harus dibayar, mari kita bahas satu per satu.

Denda Pajak Terlambat

Keterlambatan membayar pajak tahunan akan dikenakan denda. Besaran denda biasanya dihitung berdasarkan:

  • Persentase tertentu dari pajak kendaraan bermotor (PKB)
  • Lama keterlambatan (per bulan)
  • Tambahan denda dari komponen SWDKLLJ

Setiap provinsi memiliki aturan teknis masing-masing, tetapi secara umum, semakin lama menunggak, semakin besar total yang harus dibayarkan.

Simulasi Scoopy Telat 3 Bulan

Misalnya, pajak pokok Scoopy Anda dalam setahun berada di kisaran nominal tertentu. Jika terlambat 3 bulan:

  • Akan muncul tambahan denda PKB sesuai persentase per bulan.
  • Ada kemungkinan tambahan denda dari SWDKLLJ.
  • Total pembayaran menjadi pajak pokok + denda.

Walaupun tiga bulan terdengar singkat, nominal dendanya tetap terasa jika dibiarkan. Apalagi jika keterlambatan sampai satu tahun atau lebih, akumulasi bisa cukup signifikan.

Karena itu, banyak pemilik motor sekarang memilih mengaktifkan pengingat di kalender HP atau aplikasi agar tidak lupa jatuh tempo pajak tahunan motor.

Biaya Tambahan Saat Ganti Plat (5 Tahunan)

Selain pajak tahunan, setiap lima tahun sekali Anda wajib melakukan perpanjangan STNK sekaligus ganti plat nomor. Proses ini berbeda dengan pembayaran tahunan biasa karena melibatkan:

  • Cek fisik kendaraan
  • Penerbitan STNK baru
  • Penerbitan plat nomor baru
  • Pembaruan data registrasi kendaraan

Untuk perpanjangan lima tahunan, dokumen yang biasanya diperlukan:

  • STNK asli
  • BPKB asli
  • KTP asli sesuai nama di STNK
  • Kendaraan dibawa ke lokasi untuk cek fisik

Biayanya tentu lebih besar dibanding pajak tahunan biasa karena mencakup penerbitan dokumen dan plat baru. Jika pada saat yang sama ada tunggakan pajak, maka denda juga akan ikut dihitung.

Kenapa Penting Menghindari Tunggakan?

Ada beberapa risiko jika pajak Scoopy dibiarkan menunggak terlalu lama:

  1. Total pembayaran makin besar karena akumulasi denda.
  2. Kendaraan berpotensi terkena tilang saat razia.
  3. Proses administrasi jadi lebih panjang saat ingin jual beli atau balik nama.

Banyak pemilik motor yang awalnya menunda karena merasa “nanti saja”, tetapi akhirnya justru harus membayar lebih banyak. Padahal, dengan perencanaan sederhana, pajak tahunan bisa disiapkan jauh hari.


Tips Menghemat Pajak dan Menghindari Denda

Memiliki Honda Scoopy tentu menyenangkan untuk aktivitas harian. Tapi supaya pengalaman berkendara tetap nyaman tanpa beban tambahan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu Anda mengelola pajak motor dengan lebih bijak.

Bukan soal mencari cara “menghindari kewajiban”, melainkan bagaimana memastikan semuanya tertib dan tidak menimbulkan biaya tambahan yang sebenarnya bisa dicegah.

1. Cek Status Pajak Secara Berkala

Jangan menunggu sampai mendekati jatuh tempo. Biasakan mengecek status pajak kendaraan bermotor (PKB) beberapa bulan sebelumnya.

Anda bisa memanfaatkan:

  • Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL)
  • Layanan e-Samsat provinsi
  • Marketplace atau aplikasi perbankan yang menyediakan fitur cek pajak

Dengan pengecekan rutin, Anda bisa:

  • Mengetahui nominal pajak tahunan lebih awal
  • Mengantisipasi jika ada tunggakan
  • Menghindari kejutan biaya tambahan

Langkah kecil ini sering kali membuat perencanaan keuangan jadi lebih tenang.

2. Hindari Membeli Motor Atas Nama Orang Lain

Ini salah satu kasus yang cukup sering terjadi.

Ada yang membeli motor, tetapi STNK atas nama saudara, orang tua, atau bahkan teman. Awalnya mungkin terasa praktis, tetapi dalam jangka panjang bisa menimbulkan beberapa risiko:

  • Potensi pajak progresif jika kendaraan lain atas nama tersebut sudah lebih dulu terdaftar
  • Kesulitan saat perpanjangan STNK
  • Proses jual beli kembali jadi lebih rumit

Jika memungkinkan, sebaiknya kendaraan didaftarkan atas nama pengguna sebenarnya agar status pajaknya jelas dan lebih mudah dikelola.

3. Manfaatkan Pengingat Digital

Sekarang hampir semua orang menggunakan smartphone. Anda bisa:

  • Mengatur reminder tahunan di kalender
  • Mengaktifkan notifikasi di aplikasi SIGNAL
  • Menyimpan tanggal jatuh tempo di catatan penting

Banyak pemilik motor yang mengaku lupa bukan karena sengaja, tetapi karena kesibukan. Padahal, keterlambatan satu atau dua bulan saja sudah memunculkan denda pajak motor.

4. Pertimbangkan Balik Nama Jika Perlu

Jika Anda membeli Scoopy bekas dan belum melakukan balik nama, ada baiknya dipertimbangkan sejak awal.

Selain menghindari potensi pajak progresif, balik nama juga membantu memastikan bahwa:

  • Data kendaraan sesuai domisili terbaru
  • Proses administrasi lebih mudah ke depannya
  • Tidak ada ketergantungan pada pemilik lama

Memang ada biaya administrasi tambahan, tetapi dalam jangka panjang bisa lebih praktis dan aman.

5. Siapkan Anggaran Pajak Sejak Awal

Saat membeli motor, biasanya orang fokus pada harga unit dan cicilan. Padahal, pajak tahunan motor adalah biaya rutin yang sudah pasti ada.

Cara sederhana yang sering dilakukan:

  • Sisihkan dana sedikit demi sedikit setiap bulan
  • Anggap pajak sebagai bagian dari biaya operasional kendaraan

Dengan begitu, saat jatuh tempo tiba, Anda tidak perlu mencari dana secara mendadak.

Intinya, pajak motor Scoopy sebenarnya tidak memberatkan jika dikelola dengan baik. Yang sering membuat terasa berat adalah denda akibat lupa atau administrasi yang kurang tertib.


pajak motor scoopy

Tabel Simulasi Pajak Scoopy Berdasarkan Tahun

Setelah memahami cara hitung pajak motor Scoopy, faktor progresif, hingga potensi denda, sekarang kita coba rangkum dalam bentuk simulasi tabel agar lebih mudah dibaca.

Perlu diingat, tabel ini bersifat ilustratif. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan besaran pajak kendaraan bermotor (PKB) bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing provinsi seperti DKI Jakarta (plat B), Jawa Barat (plat D), Jawa Tengah (plat E), dan daerah lainnya.

Simulasi ini menggunakan asumsi kendaraan pertama (non-progresif) dengan rumus umum sekitar 2% × NJKB.

Simulasi Pajak Tahunan Honda Scoopy

TahunTipe ScoopyPerkiraan NJKBPajak Pokok (±2%)Status Progresif (Jika Kendaraan Ke-2)
2020Scoopy FILebih rendahLebih ringanBisa lebih tinggi dari kendaraan pertama
2022Scoopy StylishMenengahMenyesuaikan NJKBTarif naik sesuai aturan progresif
2024Scoopy PrestigeLebih tinggiPaling tinggi di tabelLebih tinggi lagi jika progresif

Cara Membaca Tabel Ini

  • Tahun produksi memengaruhi NJKB. Semakin baru tahun kendaraan, biasanya nilai jualnya lebih tinggi.
  • Tipe Scoopy seperti Stylish atau Prestige di tahun yang sama umumnya tidak memiliki perbedaan pajak yang signifikan karena kapasitas mesin dan kategori kendaraan sama.
  • Status progresif bisa membuat pajak meningkat jika kendaraan terdaftar sebagai kendaraan kedua atau ketiga atas nama dan alamat yang sama.

Jika ingin angka yang benar-benar akurat, Anda bisa:

  • Cek langsung di aplikasi SIGNAL
  • Mengakses e-Samsat provinsi
  • Mengunjungi kantor Samsat terdekat

Dengan begitu, Anda mendapatkan rincian pajak tahunan motor lengkap termasuk SWDKLLJ dan komponen administrasi lainnya.

Dari tabel di atas, bisa disimpulkan bahwa besaran pajak Scoopy cenderung stabil dan mengikuti tahun produksi, bukan sekadar nama tipenya. Hal yang paling sering membuat nominal berbeda justru adalah faktor wilayah dan pajak progresif.


FAQ Seputar Pajak Motor Scoopy

Di bagian terakhir ini, kita rangkum beberapa pertanyaan yang paling sering muncul seputar pajak motor Scoopy. Semoga bisa membantu menjawab kebingungan yang mungkin juga Anda alami.

1. Apakah Scoopy Kena Pajak Progresif?

Bisa iya, bisa tidak.

Honda Scoopy termasuk dalam kategori kendaraan bermotor roda dua, sehingga tetap mengikuti aturan pajak progresif di provinsi yang menerapkannya.

Scoopy akan dikenakan pajak progresif jika:

  • Terdaftar sebagai kendaraan kedua atau seterusnya
  • Atas nama dan alamat (KTP) yang sama dengan kendaraan lain

Jika Scoopy adalah kendaraan pertama atas nama Anda, maka tarif pajaknya mengikuti tarif normal kendaraan pertama.

Untuk memastikan statusnya, Anda bisa cek melalui aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) atau layanan e-Samsat di provinsi masing-masing.

2. Bisakah Bayar Pajak Scoopy Atas Nama Orang Tua?

Bisa, selama Anda memiliki dokumen yang sesuai.

Untuk pembayaran langsung di Samsat, biasanya dibutuhkan:

  • STNK asli
  • KTP asli sesuai nama di STNK

Jika Scoopy terdaftar atas nama orang tua, maka KTP yang digunakan tetap KTP orang tua tersebut.

Untuk pembayaran online, data yang digunakan tetap harus sesuai dengan identitas yang tercantum di STNK. Jadi pastikan NIK dan informasi kendaraan cocok dengan sistem.

3. Gimana Kalau STNK Hilang, Masih Bisa Bayar Pajak?

Jika STNK hilang, prosesnya berbeda dari perpanjangan biasa.

Anda perlu:

  • Mengurus laporan kehilangan di kepolisian
  • Mengajukan permohonan penerbitan STNK baru di Samsat
  • Membawa BPKB asli dan KTP sesuai data kendaraan

Dalam kondisi ini, pembayaran pajak tetap bisa dilakukan, tetapi harus melalui prosedur penerbitan ulang STNK terlebih dahulu.

4. Apakah Pajak Scoopy Sama di Semua Daerah?

Tidak selalu sama.

Besaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dipengaruhi oleh:

  • Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan provinsi
  • Kebijakan tarif di masing-masing daerah
  • Status pajak progresif

Itulah sebabnya Scoopy dengan tahun dan tipe yang sama bisa memiliki nominal pajak berbeda antara wilayah plat B, plat D, atau plat E.

5. Apakah Pajak Scoopy Mahal?

Secara umum, pajak Scoopy mengikuti kategori motor 110cc. Besarannya tergolong wajar untuk penggunaan harian, apalagi jika kendaraan terdaftar sebagai kendaraan pertama dan tidak memiliki tunggakan.

Yang biasanya membuat terasa berat adalah:

  • Pajak progresif
  • Denda karena keterlambatan
  • Akumulasi tunggakan beberapa tahun

Selama dibayar tepat waktu dan administrasi tertib, pajak tahunan motor Scoopy relatif terkontrol.

Penutup

Pajak motor Scoopy adalah bagian penting dari kepemilikan kendaraan yang sering kali baru dipikirkan saat jatuh tempo. Padahal, dengan memahami cara perhitungan berdasarkan NJKB, mengetahui potensi pajak progresif, serta memanfaatkan layanan pembayaran online seperti SIGNAL atau e-Samsat, prosesnya bisa jauh lebih mudah dan transparan.

Baik Anda pemilik Scoopy lama maupun calon pembeli tipe terbaru seperti Stylish atau Prestige, mengetahui gambaran pajak tahunan sejak awal membantu Anda merencanakan biaya dengan lebih tenang.

Kuncinya sederhana:
cek secara berkala, bayar tepat waktu, dan pastikan data kendaraan sesuai dengan identitas pemilik.

Dengan begitu, Honda Scoopy Anda siap menemani aktivitas tanpa khawatir soal administrasi.